MASUDI MELIPUTI WARNA KEHIDUPAN YANG BAHAGIA

Rabu, 17 Juli 2013


JARINGAN
LANDASAN TEORI

2.1.            Konsep dasar Sistem
Dalam melaksanakan kerja praktek saya menggunakan dasar-dasar teori jaringan sebagai bahan acuan. Berikut adalah dasar-dasar teori jaringan yang digunakan dalam laporan ini. Dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network).
Dewasa ini ada banyak definisi yang dipakai untuk mengartikan LAN  (Local Area Network). Namun kita mencoba memakai kesepakatan, LAN adalah sebuah jaringan dimana hubungan yang terjadi terbatas pada lokasi saja, misalnya didalam sebuah komplek gedung dengan menggunakan data yang sama dan mempunyai kecepatan bandwitch yang tinggi[1]. LAN mulai timbul di tahun 1984, ini diawali ketika IBM memperkenalkan PC (Personal Computer)  network program dam Microsoft mengeluarkan MS-NET[2]. Dulu produk-produk ini berbasis MS-DOS dan menimbulkan akibat terbatas pemakaian sejalan dengan terbatasnya DOS itu sendiri. Kemudian NOVEL Inc mengembangkan


software jaringan LAN ini yang berbasis MS-DOS, lalu muncul perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai lisensi MS-NET dan melakukan produksi sendiri. System operasi yang baru menandai langkah-langkah dalam industri jaringan LAN. Sebelum introduksi dari produk-produk ini, jaringan-jaringan PC dipergunakan sebagai disk server system.
Sebuah jaringan dibedakan melalui lingkup geografis yang dapat dijangkaunya. Contoh sebuah jaringan yang lebih luas adalah WAN (Wide Area Network) atau sering disebut juga dengan Long Haul Network jaringan ini dapat mencakup radius kerja antar benua, melewati batas geografis Negara dan bersifat milik umum[3]. Sedang lingkup LAN hanya mengikuti pada satu lokasi saja, diantara WAN dan LAN ada juga jaringan yang disebut MAN (Metropolitan Area Network) dengan jangkauan daerah kerja dapat mencapai 10-50 Kilometer, MAN merupakan pilihan untuk membangun jaringan komputer kantor-kantor dalam satu kota atau antara kantor cabang dengan kantor pusat. Gambar 2.1 menjelaskan tentang konfigurasi sebuah LAN yang terdiri dari lima PC dam masing-masing PC dihubungkan dengan kabel. PC file server merupakan komputer yang berfungsi untuk menjalankan system operasi LAN, diantaranya yaitu mengatur bila terjadi komunikasi antar PC dan mengatur secara otomatis penyimpanan data dari masing-masing PC kedalam Harddisk.

 









                  Gambar 2.1 Konfigurasi LAN
LAN yang kita kenal sekarang ini pada dasarnya ada dua kategori utama, yaitu :
a.       Baseband
LAN umumnya merupakan Baseband. Jaringan baseband hanya menggunakan satu saluran pada kabel untuk menunjang transmisi digital yang lebih cepat dari pada transmisi analog.
b.      Broadband
Broadband LAN dibedakan dari Baseband dengan melihat penggunaan kabel  koaksial atau serta optic untuk membawa beberapa saluran data. Dengan Broadband kabel bisa digunakan untuk membawa lima atau enam saluran data komunikasi yang berbeda.

Sebuah LAN dibentuk dari lima komponen dasar, komponen tersebut saling  berhubungan dimana empat komponen perangkat keras dan sebuah komponen perangkat lunak. berikut adalah komponen-komponen dasar terbentuknya LAN.
a.       Server Jaringan (Network Server)
Untuk membangun LAN baik untuk Warnet maupun Perusahaan ataupun Instansi-instansi diperlukan computer server yang dijadikan server minimal memenuhi criteria sebagai berikut : Casing minimal Mini Tower, Mainboard yang dipergunakan memenuhi syarat untuk dijadikan server, Prosesor yang mendukung, Memory (RAM) Minimal 64 Megabyte, Harddisk Minimal empat Gigabyte, Kartu Grafik (VGA Card), Modem Minimal 56 Kbps, Kartu Jaringan (LAN Card) atau minimal Ethernet 10 Mbps, Monitor, CD-ROM, Disk Drive, Keyboard, Mouse.
b.      Penyimpanan Sentral (Storage Device)
Penyimpanan sentral tersedia dalam bentuk Harddisk yang berisi file dan program yang digunakan secara bersama oleh para pemakai jaringan. Seringkali sebuah jaringan tunggal didukung oleh beberapa Harddisk dan umumnya jaringan menggunakan setiap Harddisk sebagai satu Volume atau lebih. Akan tetapi beberapa program database LAN memungkinkan penggabungan dari beberapa hardisk untuk menciptakan system penyimpanan yang besar. Sebagai database dapat disimpan dalam satu disk, sementara lainnya dapat disimpan pada disk lain dan sebagainya.
 Bila database diakses maka bagian-bagian terdistribusi ini dapat dirakit dan dimanipulasi seperti bila mereka disimpan pada sebuah disk tunggal. Penyimpanan sentral adalah media penyimpanan pada file server dan isi dari storage device ini digunakan secara bersama-sama diantara Workstation.
c.       Stasiun kerja (Workstation)
Syarat minimum computer yang akan dijadikan sebagai workstation adalah :
1.      Prosesor Pentium II 233 Mhz
2.      Memory (RAM) 16 Mb
3.      Harddisk 1,2 Gb
4.      Kartu Grafik (VGA Card) 4 Mb
5.      Diskdrive
6.      Monitor
7.      Keyboard
8.      Mouse
d.      Media Transmisi
Setiap piranti pada jaringan dihubungkan dengan kabel transmisi sehingga pesan  dapat dikirmkan dari satu piranti ke piranti lainnya. LAN akan bekerja dengan menggunakan kabel yang harganya bervariasi dari kabel telepon ganda yang terdiri dari dua untai kabel (Twisted pair) dan murah harganya sampai dengan kabel koaksial (Coaxsial cable) tunggal atau banyak saluran (Multi channel) atau dengan serat optic (Fiber Optic) yang mahal harganya.
e.       NOS (Network Operating System)
Adalah sebuah jaringan operasi yang mengatur jalannya proses network dalam suatu jaringan. Adapun contoh dari system operasi untuk jaringan antara lain :
1.      Novell Netware
2.      Microsoft Windows NT 4.0
3.      Microsfot Windows 2000 dan 2003 server
4.      Linux, dan lain sebagainya.
2.2.            Peralatan Pendukung
2.2.1        Perangkat Keras
Berikut ini beberapa perangkat keras dan perangkat pendukung yang dibutuhkan sehingga terbentuknya jaringan khususnya LAN, yaitu :
a.       NIC (Network Interface Card)
NIC Adalah kartu jaringan atau disebut juga LAN Card berupa papan elektronik yang nantinya dipasang pada computer yang akan digunakan ke suatu jaringan, jaringan ini tidak terbatas pada LAN saja bisa juga Workgroup[4]. Sesuai perkembangannya teknologi khususnya jaringan, saat ini banyak jenis dan merk kartu jaringan. Namun demikian ada hal yang harus diketahui dari kartu jaringan atau NIC ini, yaitu :
1.      Tipe Kartu Jaringan NIC
Sesuai perkembangan teknologi komputer   dan Mainboardnya, maka tipe slot atau eksplansion slot juga bermacam-macam. Mulai dari ISA, PCI dan AGP. Untuk membedakan tipe dari expansion slot kita bisa melihat jika casing komputer dibuka, dibagian belakang ada beberapa deretan slot. Slot yang berwarna hitam umumnya ISA, slot yang berwarna putih adalah slot PCI dan slot yang berwarna coklat umunya adalah slot untuk AGP.
Gambar 2.2 Kartu Jaringan
2.      Jenis Protokol
Sekarang dikenal beberapa protokol untuk sebuah kartu jaringan,   diantaranya adalah : Ethernet, Fast Ethernet, Token Ring, FDDI dan ATM, namun penulis disini hanya akan menjelaskan dua protokol saja yaitu Ethernet dan Fast Ethernet. Jenis Ethernet masih banyak digunakan walaupun kecepatan transfer data yang didukungnya hanya sampai 10 Mps saja. Saat ini perusahaan, instansi pemerintah sudah mulai menggunakan jenis fast Ethernet, karena selain mendukung kecepatan transfer data sampai 100 Mbps, harganya pun tidak jauh berbeda. Saat ini juga hamper semua NIC yang beredar dipasaran sudah mendukung Plug and Play atau lebih dikenal dengan PNP. PNP ini sudah sangat popular karena setiap kita menambah hardware baru secara otomatis akan dikonfigurasi oleh Komputer, begitu juga oleh system operasinya. Merk yang ada untuk NIC antara lain, D-Link, Ethernet, 3 com Etherlink dan lain-lain.
b.  HUB 
Secara sederhana HUB bisa dikatakan suatu perangkat yang memiliki beberapa port yang akan menghubungkan suatu node atau titik sehingga membentuk sebuah jaringan pada topologi star. Pada jaringan yang umum dan sederhana salah satu port menghubungkan HUB tersebut ke komputer server, sedangkan port lainnya digunakan untuk menghubungkan komputer klien atau workstation yang sudah memilik NIC untuk membentuk suatu jaringan. Jika akan dilakukan pengembangan HUB bisa juga dihubungkan ke HUB lainnya secara Up-Link. Ini terjadi apabila HUB yang digunakan hanya memiliki 16 Port Plus satu Port untuk server atau HUB lainnya. Sehingga untuk menambah jaringan diperlukan HUB tambahan. Dari segi pengelolaan HUB saat ini beredar dipasaran ada dua jenis yaitu:  Manageable HUB yaitu HUB yang bisa dikelola atau dimanage dengan software dibawahnya,  dan  Unmanageable HUB adalah HUB yang cara pengelolaannya dilakukan secara manual. Perlu di ketahui bahwa HUB hanya memungkinkan pengguna atau user untuk berbagi (Share) pada jalur yang sama. Kumpulan HUB sendiri yang membentuk jaringan disebut  “Share Ethernet”. Pada jaringan seperti itu setiap user hanya akan mendapat kecepatan dari Bandwitch yang ada.
8_Port_switch_Hub
Gambar 2.3 Contoh HUB
c.       Repeater
Sesuai namanya repeater bekerja memperkuat sinyal agar lalu  lintas data dari system kerja ke server atau sebaliknya lebih cepat apalagi apabila jarak antara workstation  dan server jauh, dengan repeater ini jaringan sinyal akan semakin kuat. Bahkan apabila kabel yang digunakan adalah jenis koaksial, jaringan akan lebih cepat. Sehingga dengan adanya Repeater ini, jarak antara 2 jaringan Komputer dapat diperluas
repeater
Gambar 2.4 Contoh Repeate
d.      Media Transmisi
Kabel merupakan media transmisi atau media pengirim yang dapat menyalurkan informasi dari satu tempat ke tempat lain, jenis media yang paling banyak digunakan diantaranya adalah sebagai beikut :
1.      Twisted pairs
Kabel ini sering digunakan sebagai kabel telepon, paling mudah digunakan dan harganya paling murah. Kualitas dan kecepatan pengiriman data tidak selalu baik dan kabel ini hanya dapat digunakan untuk jarak yang pendek Karena kecepatan pengiriman datanya hanya 10 Mbps. Ada dua jenis kabel Twisted pairs  yaitu, kabel yang memiliki selubung pembungkus (Shielded) dan kabel yang tidak memiliki pembungkus (Unshielded). Kabel Twisted pairs memiliki beberapa karakteristik diantaanya :
a.       Sepasang kabel yang dililit satu sama lain untuk menghindari interfensi.
b.      Terdiri dari 2,4 atau lebih pasang kabel
c.       Hanya dapat menangani satu kanal data (Baseband)
d.      Membutuhkan Hub dan Konsetrator
e.       Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunkan konektor RJ 11 atau RJ 45
Adapun susunan kabel dari yang pertama adalah Putih Orange atau Putih Jingga, Orange, Putih Hijau, Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat. Dari dua kabel UTP tersebut hanya dua pasang yang dipakai yaitu urutan kesatu, kedua, ketiga dan keenam, sedang kabel yang lain digunakan sebagai Grounding.
twisted pairs


Gambar 2.5 Kabel Twisted pairs
2.      Kabel Koaksial
Kabel koaksial terbuat dari tembaga dan dikelilingi oleh anyaman tembaga halus dan diantara keduanya terdapat isolasi. Media ini paling banyak digunakan saat ini karena data yang dikirim dengan media ini dapat mencapai jarak yang relative jauh, kecepatan pengiriman data yaitu 10 Mbps dan hamper tidak terpengaruh oleh gangguan dan noise selain harga yang tidak terlalu mahal ( Meskipun lebih mahal dari Twister pairs). Kerugian dari kabel ini  adalah ukuran fisik kabel ini memungkinkan dipasang pada keadaan ruang tertentu. Karena ukurna kabel ini jauh lebih besar dari Twisted pairs. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan memperkecil ukuran kabel ini, tetapi akibatnya jarak capai dan pengiriman data menjadi lebih rendah. Pemasangan kabel ini pun umumnya tidak bisa dibelokan dengan sudut yang terlalu tajam melainkan melakukan pemasangang dengan kelengkungan.


Gambar 2.6 Kabel Koaksial



3.      Kabel Serat Optik
Media ini dianggap paling ideal, karena mempunyai keuntungan seperti ukuran fisik ysng kecil, kecepatan pengiriman data dapat mencapai 100 Mbps, daya jangkauan kerjanya jauh lebih luas dan jangkauan frekuensinya lebih tinggi, lebih ringan dan tidak terpengaruh oleh gangguan dan noise. Berbeda dengan media lain media ini menggunakan teknologi cahaya, oleh karena itu juga tidak menggangu dan terganggu keadaan sekelilingya.

Gambar 2.7 Kabel Serat Optik
Seperti Gambar diatas kabel serat optic mempunyai lima bagian yaitu :
1.      Inti kaca yang membawa cahaya
2.      Pembungkus kaca yang menggelilingi inti yang merefleksikan cahaya kembali ke inti sehingga bisa berjalan tanpa kehilangan sinyal
3.      Lapisan buffer yang melindungi inti dan pembungkusnya dari kerusakan
4.      Lapisan material yang memperkuat kabel
5.      Pembungkus luar yang biasanya dari bahan PVC, melindungi bagian dalam pada bagian paling luar
Tabel 2.1 Spesifikasi Kabel
Tipe
Kecepatan
Jarak
Konektor
UTP
10 Mbps
à        300 Kaki
RJ 45
Koaksial atau
Kabel BNC RG 58
10 Mbps
à        2500 Kaki
BNC
T
Terminator
Serat Optik
100 Mbps
à        3 Mil
ST (Spring Loaded Twist)

e.       Jembatan (Bridge)
Bridge adalah perangkat yang menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama ataupun berbeda. Perangkat ini memerlukan Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melewati Bridge[5]. Sebuah Bridge hanya akan meneruskan paket data dari satu segmen ke suatu server, atau ke PC dari segmen lain yang dituju. Supaya suatu Bridge dapat menyeleksi aliran data diantara dua LAN, Bridge  harus dilengkapi dengan daftar alamat jaringan yang terdiri dari alamat setiap simpul pada Bridge. Ketika menerima sebuah paket, mementukan sebuah segmen tujuan dan sumber, jika segmennya sama paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda maka paket akan diteruskan ke segmen tujuan. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.
EKD0100B
Gambar 2.8 Contoh Bridge
f.       Switch
Switch atau lebih dikenal dengan LAN switch merupakan perluasan dari konsep Bridge[6]. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada Switch yaitu :
1.      Switch Cut Through
Switch Cut Through ini memiliki kelebihan disisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, Switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum di teruskan ke segmen tujuan.
2.      Switch Store and Forward
 Switch ini merupakan kebalikan dari Switch Cut Through, Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum menersukannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket memerlukan waktu sehingga mencegahnya agar tidak menggangu jaringan.
Dengan Switch  ada beberapa keuntungan karena setiap segmen jaringan memiliki Bandwitch 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada “ Shared network”. Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah Siwtch yang saling berhubungan disebut “Collapsed Backbone”
Gambar 2.9 Contoh Switch
g.      Router
Router tidak mempunyai kemampuan untuk mempelajari, namun dapat menentukan path (alur) data antara dua jaringan yang paling efisien. Router beroperasi pada lapisan Network (lapisan ketiga OSI.).
Router tidak mempedulikan topologi dan tingkat acces yang digunakan oleh jaringan. Karena ia beroperasi pada lapisan jaringan. Ia tidak dihalangi oleh media atau protokol komunikasi. Bridge mengetahui tujuan ahir paket data, Router hanya mengetahui dimana router berikutnya ditempatkan. Ia dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan yang menggunakan protokol tingkat tinggi yang sama.
Router bekerja mirip dengan Switch dan Bridge, bedanya Router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protocol tertentu. Sebuah Router menjadwal data antara LAN yang berbeda dan berbagai jaringan seperti pengendalian jalur jaringan. Sebuah Router harus dapat memadukan protocol LAN yang berbeda, Netware dan DECnet misalnya, dan computer pusat. Biasanya ini dilakukan dengan menggunakan protocol yang sudah ada. Hanya ada satu protocol yang dapat melakukannya yaitu TCP/IP (Transmision Control Protocol / Internet Protocol). Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan lainnya yang mungkin memiliki banyak jalur diantara keduanya. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN sehingga trafik yang dibangkitkan oleh suatu LAN terisolasikan  dengan baik dari trafik yang dibangkitkan oleh LAN lain. Jika dua atau lebih LAN terhubung dengan Router setiap LAN dianggap sebagai Subnetwork yang berbeda.        
Gambar 2.10 Contoh Router
h.      Connector
Berfungsi untuk mengikat ujung kabel ke peralatan jaringan sesuai dengan jenis kabel dalam jaringan. Berikut jenis konektor yang sering digunakan untuk keperluan suatu jaringan.
1.      BNC (Bayonet Neill Concelman)
Jika dalam sebuah jaringan kita menggunakan kenis kabel koaksial kita tidak perlu menghubungkan kabel jaringan ke sebuah Hub, sebagai gantinya kita menghubugkan kabel dari satu NIC ke NIC lainnya untuk membentuk rantai kontinyu, tentunya NIC tersebut harus mempunyai konektor BNC disamping konektor RJ 45. Konektor BNC memiliki Pin ditengah dan cincin luar yang bisa berputar , konektor BNC ini ada dua macam yaitu : Konektor BNC laki, yaitu konektor BNC yang dipasang ke konektor BNC Wanita yang mempunyai dua tonjolan kecil dan tidak ada cincin luar, sedangkan konektor BNC wanita yaitu tempat untuk menyisipkan Konektor BNC laki sehingga tonjolan masuk ke slot lalu memutar cincin laki searah jarum jam untuk mengunci konektor menjadi satu
Gambar 2.11 BNC Connector
2.      T-Konektor
Konektor ini berfungsi untuk menghubungkan sebuah kabel ke NIC, jenis konektor ini memiliki Konektor BNC laki dibagian bawah dan konektor wanita di kedua ujung lengan. Sebuah T-Connector memungkinkan menghubungkan kabel ke komputer berikutnya pada jaringan. Cara pemasangannya sama dengan konektor lainnya, bedanya konektor ini menyisakan satu konektor yang tak digunakan pada sisi lain T yang akan terhubung ke komputer lain

Gambar 2.12   T-Connector
3.      Konektor untuk Kabel Koaksial dan Twisted Pairs
      Jika kita tidak melihat satu pun konektor seperti ini, berarti komputer kita belum mendukung jaringan. Kita bisa melihat pada bagian belakang komputer yang mana ada dua tipe konektor untuk kabel koaksial dan untuk kabel Twisted Pairs.
i.        UPS (Uninterruptable Power System)
Piranti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga data dan kestabilan ketika arus tiba-tiba mati atau padam. Sehingga server tetap berjalan dalam waktu tertentu sesuai dengan jenis dan kapasitas UPS yang digunakan sehingga server bisa dimatikan sesuai dengan prosedur.
Gambar 2.13 UPS (Uninterruptable Power System)
j.        Modem (Modulasi de Modulasi)
Alat ini digunakan untuk berkoneksi dengan dunia internet dimana jaringan yang ada merupakan jaringan antar benua yang bersifat milik umum. Modem dirancang untuk beroperasi pada kecepatan tertentu biasanya 300, 1200, 2400, 4800 atau 96000 bit per detik dan seterusnya kecepatan modem menentukan kecepatan transmisi data. Ada dua jenis Modem yaitu Modem Internal dan Modem Eksternal. Berikut beberapa tipe-tipe modem yang bisa kita gunakan:
1.      Modem Standar
Dihubungkan ke saluran telepon standar. Biasanya sudah menyatu dalam Mainboard computer, tidak mahal karena kecepatan koneksinya lambat maksimum 56 Kbps.

2.      Modem ISDN (Intregated Service Digital Network)
Koneksi pada kecepatan tinggi sampai 128 Kbps. Lebih mahal dari Modem Standard an membutuhkan layanan telepon khusus. Kebanyakan ISP (Internet Service Provider) menggunakan biaya lebih untuk layanan ISDN.
3.      Modem DSL (Digital Sibcriber Line)
      Koneksi pada kecepatan yang sangat tinggi sampai 1,5 Mbps. Selain layanan yang lebih mahal dari saluran telepon biasa. DSL tidak tersedia disemua tempat . ISP juga belum tentu mendukungya.
4.      Modem Kabel
      Koneksi pada kecepatan Ultra cepat, sampai 100 Mbps. Menggunakan layanan TV Kabel, tidak semua Perusahaan kabel menawarkan layanan Modem, kita harus membayar biaya instalasi dan setup serta biaya bulanan ISP.
Gambar 2.14 Contoh Modem Eksternal

k.      Printer
Alat untuk mencetak hasil pemrosesan dari komputer. Alat ini pun dibedakan beberapa jenis diantaranya : Dot Matrik, Laser Jet Warna, Laser Jet Hitam Putih, Inkjet, Deskjet Hitam Putih dan Lain-lain.
l.        Line Telepon
Jika LAN sudah terbangun, kemudian jaringan tersebut akan dikoneksikan ke jaringan yang lebih luas lagi seperti internet, maka diperlukan Line Telepon untuk membuat koneksi ke ISP (Internet Service Provider) yang merupakan penyedia layanan internet.
2.2.2        Topologi Jaringan
Pengkabelan LAN disusun dalam suatu konfigurasi tertentu yang disebut sebagai Topologi. Jaringan computer pada dasarnya adalah jaringan kabel yang menghubungkan satu sisi ke sisi lainnya. Topologi LAN di definisikan sebagai bagian dari perangkat keras LAN. Setelah tipe perangkat keras dipilih maka pekerjaan selanjutnya menetukan pilihan topologi. Topologi yang sering dipakai adalah :
a.       Topologi Bus (Bus Topology)
Pada topologi ini semua terminal terhubung kejalur informasi dan informasi yang hendak dikirimkan melewati semua terminal pada jalur tersebut. Jika alamat terminal sesuai dengan alamat informasi yang dikirim, maka informasi tersebut akan diterima dan diproses jika tidak informasi itu akan diabaikan terminal yang dilewatinya dimana masing –masing terhubung kesatu kabel. Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1.      Merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node
2.      Paling sederhana dalam instalasi
3.      Signal melewati kabel 2 arah sehingga memungkinkan terjadinya Collision.
4.      Problem terbesar jika salah satu segmen kabel terputus, maka seluruh jaringan akan berhenti
5.      Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana sinyal diterima dan dikirimkan pada setiap alat  yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), sinyal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan sinyal tersebut / hanya akan dilewati sinyal.

             




                             G ambar 2.15 Topologi Bus
b.      Topologi Bintang (Star Topology)
Dalam topologi star setiap workstation harus dihubungkan ke file server. Jadi terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi data yang terjadi. Pesan yang dikirim melalui file server, terminal pusat akan menyediakan jalur komunikasi khusus pada dua terminal yang akan berkomunikasi. Topologi ini mempunyai alat pemisah sinyal disebut disebut Hub.
Keuntungannya adalah mudah akses kejaringan lainnya dan keamanan data tinggi. Kelemahannya lalulintas data yang padat menyebabkan kinerja jaringan menjadi lambat. Adapun karakteristik Topologi ini adalah :
1.      Setiap Node berkomunikasi langsung dengan central node, trafik data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
2.      Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
3.      Keunggulannya jika salah satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu.
4.      Dapat digunakan kabel lower grade karena hanya menangani satu trafik node dan biasanya menggunakan kabel UTP.







Gambar 2.16 Topologi Star
c.       Topologi Cincin (Ring Topology)
Pada topologi ini setiap workstation dihubungkan ke workstation lain dan dihubungkan ke file server sehingga menyerupai lingkaran. Setipa informasi yang diperoleh diperiksa alamat-alamatnya oleh terminal yang dilewati. Jika informasi itu bukan untuknya maka informasi itu diputar lagi sampai menemukan alamat yang benar. Keuntungannya  laju data tinggi, dapat melayani lalulintas data yang padat dan komunikasi antar terminal yang mudah. Kerugiannya bila ada kerusakan pada media pengiriman data dapat menghentikan kerja seluruh jaringan dan jika terjadi kerusakan pada salah satu terminal melumpuhkan jaringan.


Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1.      Lingkaran tertutup yang berisi node-node.
2.      Sederhana dalam layout.
3.      Sinyal mengalir dalam satu arah sehingga menghindarkan terjadinya Collision (dua paket data tercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang lebih cepat dan Collision deteksi yang lebih sederhana.
4.      Problem sama dengan Topologi Bus, jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan berhenti.
5.      Biasanya Topologi ini tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah konsetrator dan terlihat seperti topologi star.








Gambar 2.17 Topologi Ring
d.      Topologi Cincin dengan pengkabelan Bintang (Star-Wired-Ring-Topologi)
Seperti  pada topologi bintang, disini digunakan kabel bersama dan kabel-kabel yang terpisah. Kabel yang terpisah berasal dari konsetrator pengkabelan sentral. Pesan kendali dibawa dari stasiun kerja ke stasiun kerja lainnya melalui sebuah cincin . cincin adalah bagian dari logika, namun bukan merupakan bentuk fisik dalam arti yang sebenarnya. Sebaliknya, baik dalam topologi bintang dan topologi bintang terdistribusi, pesan akan dilewatkan dari titik sentral ke stasiun kerja
e.       Topologi Tree
Pada topologi tree bentuknya diagram pohon, dan pada topologi ini suatu node hanya dapat berhubungan secara langsung dengan node yang diatasnya atau dibawahnya. Pengirman pesan-pesan atau data dari suatu terminal keterminal yang lain akan mengakibatkan pemeriksaan jalur yang terbuka dan jika jalur terebut telah diperolehnya, maka data baru dikirimkan. Jika terminal lain mengirimkan data pada saat yang sama data akan bertabrakan data terpental kembali sehingga harus menunggu jalur bebas berikutnya sebelum melakukan pengiriman data kembali. Topologi ini merupakan salah satu topologi yang jarang digunakan karena ketergantungan antara node yang satu dengan node yang lain.



 









Gambar 2.18 Topologi Tree

2.3.     Konsep dasar Judul Kkp
Sistem jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan datamencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua puluh ribu atau bahkan jutaan node. 




1.http://ilmukomputer.org/2009/05/30/belajar-jaringan-komputer/

 2. Subtabri, Tata. 1998. System Informatika. Jakarta.                                    
 3. www.itkomputer.com/index.php?option=com_content&task=view&id=504&Itemid=

4.Kristanto, Haryanto. 1999. Buku Pegangan Kuliah konsep dan perancangan offset. Yogyakarta
5. Kristanto, Haryanto. 1999. Buku Pegangan Kuliah konsep dan perancangan offset. Yogyakarta

6.  Kristanto, Haryanto. 1999. Buku Pegangan Kuliah konsep dan perancangan offset. Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar