JARINGAN
LANDASAN TEORI
2.1.
Konsep dasar
Sistem
Dalam melaksanakan kerja praktek saya menggunakan dasar-dasar
teori jaringan sebagai bahan acuan. Berikut adalah dasar-dasar teori jaringan
yang digunakan dalam laporan ini. Dengan berkembangnya teknologi komputer dan
komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas
komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang
terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya,
sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network).
Dewasa ini ada banyak definisi yang dipakai untuk mengartikan
LAN (Local
Area Network). Namun kita mencoba memakai kesepakatan, LAN adalah sebuah
jaringan dimana hubungan yang terjadi terbatas pada lokasi saja, misalnya
didalam sebuah komplek gedung dengan menggunakan data yang sama dan mempunyai
kecepatan bandwitch yang tinggi[1].
LAN mulai timbul di tahun 1984, ini diawali ketika IBM memperkenalkan PC (Personal Computer) network program dam Microsoft mengeluarkan MS-NET[2].
Dulu produk-produk ini berbasis MS-DOS dan menimbulkan akibat terbatas
pemakaian sejalan dengan terbatasnya DOS itu sendiri. Kemudian NOVEL Inc
mengembangkan
software
jaringan LAN ini yang berbasis MS-DOS, lalu muncul perusahaan-perusahaan lain
yang mempunyai lisensi MS-NET dan melakukan produksi sendiri. System operasi yang baru menandai langkah-langkah
dalam industri jaringan LAN. Sebelum introduksi dari produk-produk ini,
jaringan-jaringan PC dipergunakan sebagai disk server system.
Sebuah jaringan
dibedakan melalui lingkup geografis yang dapat dijangkaunya. Contoh sebuah
jaringan yang lebih luas adalah WAN (Wide
Area Network) atau sering disebut juga dengan Long Haul Network jaringan ini dapat mencakup radius kerja antar
benua, melewati batas geografis Negara dan bersifat milik umum[3].
Sedang lingkup LAN hanya mengikuti pada satu lokasi saja, diantara WAN dan LAN
ada juga jaringan yang disebut MAN (Metropolitan
Area Network) dengan jangkauan daerah kerja dapat mencapai 10-50 Kilometer,
MAN merupakan pilihan untuk membangun jaringan komputer kantor-kantor dalam
satu kota atau antara kantor cabang dengan kantor pusat. Gambar 2.1 menjelaskan
tentang konfigurasi sebuah LAN yang terdiri dari lima PC dam masing-masing PC
dihubungkan dengan kabel. PC file server merupakan komputer yang berfungsi
untuk menjalankan system operasi LAN, diantaranya yaitu mengatur bila terjadi
komunikasi antar PC dan mengatur secara otomatis penyimpanan data dari
masing-masing PC kedalam Harddisk.
Gambar 2.1 Konfigurasi LAN
LAN
yang kita kenal sekarang ini pada dasarnya ada dua kategori utama, yaitu :
a.
Baseband
LAN umumnya merupakan Baseband. Jaringan baseband hanya menggunakan satu
saluran pada kabel untuk menunjang transmisi digital yang lebih cepat dari pada
transmisi analog.
b.
Broadband
Broadband LAN dibedakan dari Baseband dengan melihat penggunaan
kabel koaksial atau serta optic untuk
membawa beberapa saluran data. Dengan Broadband kabel bisa digunakan untuk
membawa lima
atau enam saluran data komunikasi yang berbeda.
Sebuah LAN
dibentuk dari lima komponen dasar, komponen tersebut saling berhubungan dimana empat komponen perangkat
keras dan sebuah komponen perangkat lunak. berikut adalah komponen-komponen
dasar terbentuknya LAN.
a.
Server Jaringan (Network
Server)
Untuk membangun LAN baik untuk Warnet maupun Perusahaan ataupun
Instansi-instansi diperlukan computer server yang dijadikan server minimal
memenuhi criteria sebagai berikut : Casing minimal Mini Tower, Mainboard yang
dipergunakan memenuhi syarat untuk dijadikan server, Prosesor yang mendukung,
Memory (RAM) Minimal 64 Megabyte,
Harddisk Minimal empat Gigabyte, Kartu Grafik (VGA Card), Modem Minimal 56 Kbps, Kartu Jaringan (LAN Card) atau minimal Ethernet 10
Mbps, Monitor, CD-ROM, Disk Drive, Keyboard, Mouse.
b.
Penyimpanan Sentral (Storage
Device)
Penyimpanan sentral tersedia dalam bentuk Harddisk yang berisi file dan
program yang digunakan secara bersama oleh para pemakai jaringan. Seringkali
sebuah jaringan tunggal didukung oleh beberapa Harddisk dan umumnya jaringan
menggunakan setiap Harddisk sebagai satu Volume atau lebih. Akan tetapi
beberapa program database LAN memungkinkan penggabungan dari beberapa hardisk
untuk menciptakan system penyimpanan yang besar. Sebagai database dapat
disimpan dalam satu disk, sementara lainnya dapat disimpan pada disk lain dan
sebagainya.
Bila database diakses maka
bagian-bagian terdistribusi ini dapat dirakit dan dimanipulasi seperti bila
mereka disimpan pada sebuah disk tunggal. Penyimpanan sentral adalah media
penyimpanan pada file server dan isi dari storage device ini digunakan secara
bersama-sama diantara Workstation.
c.
Stasiun kerja (Workstation)
Syarat minimum computer yang akan dijadikan sebagai workstation adalah :
1.
Prosesor Pentium II 233 Mhz
2.
Memory (RAM)
16 Mb
3.
Harddisk 1,2 Gb
4.
Kartu Grafik (VGA
Card) 4 Mb
5.
Diskdrive
6.
Monitor
7.
Keyboard
8.
Mouse
d.
Media Transmisi
Setiap piranti pada jaringan dihubungkan dengan kabel transmisi sehingga
pesan dapat dikirmkan dari satu piranti
ke piranti lainnya. LAN akan bekerja dengan menggunakan kabel yang harganya
bervariasi dari kabel telepon ganda yang terdiri dari dua untai kabel (Twisted pair) dan murah harganya sampai
dengan kabel koaksial (Coaxsial cable)
tunggal atau banyak saluran (Multi
channel) atau dengan serat optic (Fiber
Optic) yang mahal harganya.
e.
NOS (Network
Operating System)
Adalah sebuah jaringan operasi
yang mengatur jalannya proses network dalam suatu jaringan. Adapun contoh dari
system operasi untuk jaringan antara lain :
1. Novell Netware
2. Microsoft Windows NT 4.0
3. Microsfot Windows 2000 dan 2003 server
4. Linux, dan lain sebagainya.
2.2.
Peralatan
Pendukung
2.2.1
Perangkat
Keras
Berikut ini beberapa perangkat keras dan perangkat
pendukung yang dibutuhkan sehingga terbentuknya jaringan khususnya LAN, yaitu :
a.
NIC (Network Interface
Card)
NIC Adalah kartu jaringan atau disebut juga LAN Card berupa papan
elektronik yang nantinya dipasang pada computer yang akan digunakan ke suatu
jaringan, jaringan ini tidak terbatas pada LAN saja bisa juga Workgroup[4]. Sesuai perkembangannya teknologi khususnya
jaringan, saat ini banyak jenis dan merk kartu jaringan. Namun demikian ada hal
yang harus diketahui dari kartu jaringan atau NIC ini, yaitu :
1.
Tipe Kartu Jaringan NIC
Sesuai perkembangan teknologi
komputer dan Mainboardnya, maka tipe
slot atau eksplansion slot juga bermacam-macam. Mulai dari ISA, PCI dan AGP.
Untuk membedakan tipe dari expansion slot kita bisa melihat jika casing
komputer dibuka, dibagian belakang ada beberapa deretan slot. Slot yang
berwarna hitam umumnya ISA, slot yang berwarna putih adalah slot PCI dan slot
yang berwarna coklat umunya adalah slot untuk AGP.

Gambar
2.2 Kartu Jaringan
2.
Jenis Protokol
Sekarang dikenal beberapa protokol
untuk sebuah kartu jaringan,
diantaranya adalah : Ethernet, Fast Ethernet, Token Ring, FDDI dan ATM,
namun penulis disini hanya akan menjelaskan dua protokol saja yaitu Ethernet
dan Fast Ethernet. Jenis Ethernet masih banyak digunakan walaupun kecepatan
transfer data yang didukungnya hanya sampai 10 Mps saja. Saat ini perusahaan,
instansi pemerintah sudah mulai menggunakan jenis fast Ethernet, karena selain
mendukung kecepatan transfer data sampai 100 Mbps, harganya pun tidak jauh
berbeda. Saat ini juga hamper semua NIC yang beredar dipasaran sudah mendukung
Plug and Play atau lebih dikenal dengan PNP. PNP ini sudah sangat popular
karena setiap kita menambah hardware baru secara otomatis akan dikonfigurasi
oleh Komputer, begitu juga oleh system operasinya. Merk yang ada untuk NIC
antara lain, D-Link, Ethernet, 3 com Etherlink dan lain-lain.
b. HUB
Secara sederhana HUB bisa dikatakan suatu perangkat yang memiliki
beberapa port yang akan menghubungkan suatu node atau titik sehingga membentuk
sebuah jaringan pada topologi star. Pada jaringan yang umum dan sederhana salah
satu port menghubungkan HUB tersebut ke komputer server, sedangkan port lainnya
digunakan untuk menghubungkan komputer klien atau workstation yang sudah
memilik NIC untuk membentuk suatu jaringan. Jika akan dilakukan pengembangan
HUB bisa juga dihubungkan ke HUB lainnya secara Up-Link. Ini terjadi apabila HUB yang digunakan hanya memiliki 16 Port Plus
satu Port
untuk server atau HUB lainnya. Sehingga untuk menambah jaringan diperlukan HUB
tambahan. Dari segi pengelolaan HUB saat ini beredar dipasaran ada dua jenis
yaitu: Manageable HUB yaitu HUB yang bisa dikelola atau dimanage dengan
software dibawahnya, dan Unmanageable HUB adalah HUB yang cara
pengelolaannya dilakukan secara manual. Perlu di ketahui bahwa HUB hanya
memungkinkan pengguna atau user untuk berbagi (Share) pada jalur yang sama. Kumpulan HUB sendiri yang membentuk
jaringan disebut “Share Ethernet”. Pada jaringan seperti itu setiap user hanya akan
mendapat kecepatan dari Bandwitch yang ada.

Gambar 2.3 Contoh HUB
c. Repeater
Sesuai namanya repeater bekerja memperkuat sinyal agar lalu lintas data dari system kerja ke server atau
sebaliknya lebih cepat apalagi apabila jarak antara workstation dan server jauh,
dengan repeater ini jaringan sinyal akan semakin kuat. Bahkan apabila kabel
yang digunakan adalah jenis koaksial, jaringan akan lebih cepat. Sehingga
dengan adanya Repeater ini, jarak
antara 2 jaringan Komputer dapat diperluas

Gambar
2.4 Contoh Repeate
d.
Media Transmisi
Kabel merupakan media
transmisi atau media pengirim yang dapat menyalurkan informasi dari satu
tempat ke tempat lain, jenis media yang paling banyak digunakan diantaranya
adalah sebagai beikut :
1.
Twisted pairs
Kabel ini sering digunakan sebagai kabel telepon, paling mudah digunakan
dan harganya paling murah. Kualitas dan kecepatan pengiriman data tidak selalu
baik dan kabel ini hanya dapat digunakan untuk jarak yang pendek Karena
kecepatan pengiriman datanya hanya 10 Mbps. Ada dua jenis kabel Twisted pairs yaitu, kabel yang memiliki selubung pembungkus
(Shielded) dan kabel yang tidak
memiliki pembungkus (Unshielded).
Kabel Twisted pairs memiliki beberapa
karakteristik diantaanya :
a.
Sepasang kabel yang dililit satu sama lain untuk
menghindari interfensi.
b.
Terdiri dari
2,4 atau lebih pasang kabel
c.
Hanya dapat
menangani satu kanal data (Baseband)
d.
Membutuhkan Hub dan Konsetrator
e.
Untuk
koneksinya kabel jenis ini menggunkan konektor RJ 11 atau RJ 45
Adapun susunan kabel dari yang
pertama adalah Putih Orange atau Putih Jingga, Orange, Putih Hijau, Biru,
Hijau, Putih Coklat, Coklat. Dari dua kabel UTP tersebut hanya dua pasang yang
dipakai yaitu urutan kesatu, kedua, ketiga dan keenam, sedang kabel yang lain
digunakan sebagai Grounding.

Gambar 2.5 Kabel Twisted pairs
2.
Kabel Koaksial
Kabel koaksial terbuat dari tembaga dan dikelilingi oleh anyaman tembaga
halus dan diantara keduanya terdapat isolasi. Media ini paling banyak digunakan
saat ini karena data yang dikirim dengan media ini dapat mencapai jarak yang
relative jauh, kecepatan pengiriman data yaitu 10 Mbps dan hamper tidak
terpengaruh oleh gangguan dan noise selain harga yang tidak terlalu mahal (
Meskipun lebih mahal dari Twister pairs).
Kerugian dari kabel ini adalah ukuran
fisik kabel ini memungkinkan dipasang pada keadaan ruang tertentu. Karena ukurna kabel ini jauh lebih besar
dari Twisted pairs. Salah satu cara
untuk mengatasi hal ini adalah dengan memperkecil ukuran kabel ini, tetapi
akibatnya jarak capai dan pengiriman data menjadi lebih rendah. Pemasangan
kabel ini pun umumnya tidak bisa dibelokan dengan sudut yang terlalu tajam
melainkan melakukan pemasangang dengan kelengkungan.

Gambar 2.6 Kabel Koaksial
3.
Kabel Serat Optik
Media ini dianggap paling ideal, karena mempunyai keuntungan seperti
ukuran fisik ysng kecil, kecepatan pengiriman data dapat mencapai 100 Mbps,
daya jangkauan kerjanya jauh lebih luas dan jangkauan frekuensinya lebih
tinggi, lebih ringan dan tidak terpengaruh oleh gangguan dan noise. Berbeda
dengan media lain media ini menggunakan teknologi cahaya, oleh karena itu juga
tidak menggangu dan terganggu keadaan sekelilingya.

Gambar 2.7 Kabel Serat Optik
Seperti Gambar diatas kabel
serat optic mempunyai lima bagian yaitu :
1.
Inti kaca yang membawa cahaya
2.
Pembungkus kaca yang menggelilingi inti yang
merefleksikan cahaya kembali ke inti sehingga bisa berjalan tanpa kehilangan sinyal
3.
Lapisan buffer yang melindungi inti dan pembungkusnya
dari kerusakan
4.
Lapisan material yang memperkuat kabel
5.
Pembungkus luar yang biasanya dari bahan PVC,
melindungi bagian dalam pada bagian paling luar
Tabel 2.1
Spesifikasi Kabel
Tipe
|
Kecepatan
|
Jarak
|
Konektor
|
UTP
|
10
Mbps
|
à
300 Kaki
|
RJ
45
|
Koaksial
atau
Kabel
BNC RG 58
|
10
Mbps
|
à
2500 Kaki
|
BNC
T
Terminator
|
Serat
Optik
|
100
Mbps
|
à
3 Mil
|
ST
(Spring Loaded Twist)
|
e.
Jembatan (Bridge)
Bridge adalah perangkat yang
menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama ataupun
berbeda. Perangkat ini memerlukan Ethernet
dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya
memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melewati Bridge[5].
Sebuah Bridge hanya akan meneruskan paket data dari
satu segmen ke suatu server, atau ke PC dari segmen lain yang dituju. Supaya suatu
Bridge dapat menyeleksi aliran data diantara
dua LAN, Bridge harus dilengkapi dengan daftar alamat jaringan
yang terdiri dari alamat setiap simpul pada Bridge.
Ketika menerima sebuah paket, mementukan sebuah segmen tujuan dan sumber, jika
segmennya sama paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda maka paket akan
diteruskan ke segmen tujuan. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak agar tidak menyebar
keluar dari satu segmen.

Gambar
2.8 Contoh Bridge
f.
Switch
Switch atau lebih dikenal
dengan LAN switch merupakan perluasan dari konsep
Bridge[6]. Ada dua arsitektur dasar
yang digunakan pada Switch yaitu :
1.
Switch Cut
Through
Switch Cut Through ini memiliki
kelebihan disisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, Switch hanya memperhatikan alamat tujuan
sebelum di teruskan ke segmen tujuan.
2.
Switch Store and
Forward
Switch ini merupakan kebalikan dari Switch Cut Through, Switch ini menerima dan menganalisa
seluruh isi paket sebelum menersukannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu
paket memerlukan waktu sehingga mencegahnya agar tidak menggangu jaringan.
Dengan Switch ada beberapa keuntungan karena setiap segmen
jaringan memiliki Bandwitch 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada “ Shared network”. Dengan demikian
kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah Siwtch yang saling berhubungan disebut “Collapsed Backbone”

Gambar 2.9 Contoh Switch
g.
Router
Router
tidak mempunyai kemampuan untuk mempelajari, namun dapat menentukan path (alur) data antara dua jaringan
yang paling efisien. Router
beroperasi pada lapisan Network
(lapisan ketiga OSI.).
Router
tidak mempedulikan topologi dan tingkat acces yang digunakan oleh jaringan.
Karena ia beroperasi pada lapisan jaringan. Ia tidak dihalangi oleh media atau
protokol komunikasi. Bridge mengetahui tujuan ahir paket data, Router hanya mengetahui dimana router
berikutnya ditempatkan. Ia dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan yang
menggunakan protokol tingkat tinggi yang sama.
Router bekerja mirip dengan Switch
dan Bridge,
bedanya Router merupakan penyaring
atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protocol
tertentu. Sebuah Router menjadwal
data antara LAN yang berbeda dan berbagai jaringan seperti pengendalian jalur
jaringan. Sebuah Router harus dapat
memadukan protocol LAN yang berbeda, Netware
dan DECnet misalnya, dan computer
pusat. Biasanya ini dilakukan dengan menggunakan protocol yang sudah ada. Hanya
ada satu protocol yang dapat melakukannya yaitu TCP/IP (Transmision Control Protocol / Internet Protocol). Router memiliki kemampuan melewatkan
paket IP dari satu jaringan ke jaringan lainnya yang mungkin memiliki banyak
jalur diantara keduanya. Router juga
dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN sehingga trafik yang
dibangkitkan oleh suatu LAN terisolasikan
dengan baik dari trafik yang dibangkitkan oleh LAN lain. Jika dua atau
lebih LAN terhubung dengan Router
setiap LAN dianggap sebagai Subnetwork
yang berbeda.

Gambar 2.10 Contoh Router
h.
Connector
Berfungsi untuk mengikat ujung
kabel ke peralatan jaringan sesuai dengan jenis kabel dalam jaringan. Berikut
jenis konektor yang sering digunakan untuk keperluan suatu jaringan.
1.
BNC (Bayonet
Neill Concelman)
Jika dalam sebuah jaringan kita menggunakan kenis kabel koaksial kita
tidak perlu menghubungkan kabel jaringan ke sebuah Hub, sebagai gantinya kita
menghubugkan kabel dari satu NIC ke NIC lainnya untuk membentuk rantai
kontinyu, tentunya NIC tersebut harus mempunyai konektor BNC disamping konektor
RJ 45. Konektor BNC memiliki Pin ditengah dan cincin luar yang bisa berputar ,
konektor BNC ini ada dua macam yaitu : Konektor BNC laki, yaitu konektor BNC
yang dipasang ke konektor BNC Wanita yang mempunyai dua tonjolan kecil dan
tidak ada cincin luar, sedangkan konektor BNC wanita yaitu tempat untuk
menyisipkan Konektor BNC laki sehingga tonjolan masuk ke slot lalu memutar
cincin laki searah jarum jam untuk mengunci konektor menjadi satu

Gambar 2.11 BNC Connector
2.
T-Konektor
Konektor ini berfungsi untuk menghubungkan sebuah kabel ke NIC, jenis
konektor ini memiliki Konektor BNC laki dibagian bawah dan konektor wanita di
kedua ujung lengan. Sebuah T-Connector
memungkinkan menghubungkan kabel ke komputer berikutnya pada jaringan. Cara
pemasangannya sama dengan konektor lainnya, bedanya konektor ini menyisakan
satu konektor yang tak digunakan pada sisi lain T yang akan terhubung ke
komputer lain
Gambar 2.12 T-Connector
3.
Konektor untuk Kabel Koaksial dan Twisted Pairs
Jika kita tidak melihat satu pun konektor
seperti ini, berarti komputer kita belum mendukung jaringan. Kita bisa melihat
pada bagian belakang komputer yang mana ada dua tipe konektor untuk kabel
koaksial dan untuk kabel Twisted Pairs.
i.
UPS (Uninterruptable
Power System)
Piranti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga data dan kestabilan ketika
arus tiba-tiba mati atau padam. Sehingga server tetap berjalan dalam waktu
tertentu sesuai dengan jenis dan kapasitas UPS yang digunakan sehingga server
bisa dimatikan sesuai dengan prosedur.

Gambar 2.13 UPS (Uninterruptable
Power System)
j.
Modem (Modulasi
de Modulasi)
Alat ini digunakan untuk berkoneksi dengan dunia internet dimana jaringan
yang ada merupakan jaringan antar benua yang bersifat milik umum. Modem dirancang untuk beroperasi pada kecepatan tertentu
biasanya 300, 1200, 2400, 4800 atau 96000 bit per detik dan seterusnya
kecepatan modem menentukan kecepatan transmisi data. Ada dua jenis Modem yaitu Modem Internal dan
Modem Eksternal. Berikut beberapa tipe-tipe modem yang bisa kita gunakan:
1.
Modem Standar
Dihubungkan ke saluran telepon standar. Biasanya sudah menyatu dalam
Mainboard computer, tidak mahal karena kecepatan koneksinya lambat maksimum 56
Kbps.
2.
Modem ISDN (Intregated
Service Digital Network)
Koneksi pada kecepatan tinggi
sampai 128 Kbps. Lebih mahal dari Modem Standard an membutuhkan layanan telepon
khusus. Kebanyakan ISP (Internet Service
Provider) menggunakan biaya lebih untuk layanan ISDN.
3.
Modem DSL (Digital
Sibcriber Line)
Koneksi pada kecepatan yang sangat tinggi
sampai 1,5 Mbps. Selain layanan yang lebih mahal dari saluran telepon biasa. DSL
tidak tersedia disemua tempat . ISP juga belum tentu mendukungya.
4.
Modem Kabel
Koneksi pada kecepatan Ultra cepat, sampai
100 Mbps. Menggunakan layanan TV Kabel, tidak semua Perusahaan kabel menawarkan
layanan Modem, kita harus membayar biaya instalasi dan setup serta biaya
bulanan ISP.

Gambar 2.14 Contoh Modem Eksternal
k.
Printer
Alat untuk mencetak hasil pemrosesan dari komputer. Alat ini pun
dibedakan beberapa jenis diantaranya : Dot Matrik, Laser Jet Warna, Laser Jet
Hitam Putih, Inkjet, Deskjet Hitam Putih dan Lain-lain.
l.
Line Telepon
Jika LAN sudah terbangun, kemudian jaringan tersebut akan dikoneksikan ke
jaringan yang lebih luas lagi seperti internet, maka diperlukan Line Telepon
untuk membuat koneksi ke ISP (Internet
Service Provider) yang merupakan penyedia layanan internet.
2.2.2
Topologi
Jaringan
Pengkabelan LAN disusun dalam suatu konfigurasi
tertentu yang disebut sebagai Topologi.
Jaringan computer pada dasarnya adalah jaringan kabel yang menghubungkan satu
sisi ke sisi lainnya. Topologi LAN
di definisikan sebagai bagian dari perangkat keras LAN. Setelah tipe perangkat keras dipilih maka
pekerjaan selanjutnya menetukan pilihan topologi. Topologi yang sering
dipakai adalah :
a.
Topologi Bus (Bus
Topology)
Pada topologi ini semua terminal terhubung kejalur
informasi dan informasi yang hendak dikirimkan melewati semua terminal pada
jalur tersebut. Jika alamat terminal sesuai dengan alamat informasi yang
dikirim, maka informasi tersebut akan diterima dan diproses jika tidak
informasi itu akan diabaikan terminal yang dilewatinya dimana masing –masing
terhubung kesatu kabel. Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1.
Merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana
sepanjang kabel terdapat node-node
2.
Paling sederhana dalam instalasi
3.
Signal melewati kabel 2 arah sehingga memungkinkan
terjadinya Collision.
4.
Problem terbesar jika salah satu segmen kabel terputus,
maka seluruh jaringan akan berhenti
5.
Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana sinyal
diterima dan dikirimkan pada setiap alat
yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), sinyal hanya akan
ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan
mengabaikan sinyal tersebut / hanya akan dilewati sinyal.

G ambar 2.15 Topologi Bus
b.
Topologi Bintang (Star
Topology)
Dalam
topologi star setiap workstation
harus dihubungkan ke file server. Jadi terminal pusat bertindak sebagai
pengatur dan pengendali semua komunikasi data yang terjadi. Pesan yang dikirim
melalui file server, terminal pusat akan menyediakan jalur komunikasi khusus
pada dua terminal yang akan berkomunikasi. Topologi ini mempunyai alat pemisah
sinyal disebut disebut Hub.
Keuntungannya adalah mudah
akses kejaringan lainnya dan keamanan data tinggi. Kelemahannya lalulintas data
yang padat menyebabkan kinerja jaringan menjadi lambat. Adapun karakteristik
Topologi ini adalah :
1. Setiap Node berkomunikasi langsung dengan
central node, trafik data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
2. Mudah dikembangkan karena setiap node
hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
3. Keunggulannya jika salah satu kabel node
terputus yang lainnya tidak terganggu.
4. Dapat digunakan kabel lower grade karena
hanya menangani satu trafik node dan biasanya menggunakan kabel UTP.

Gambar 2.16 Topologi Star
c.
Topologi Cincin (Ring
Topology)
Pada topologi ini setiap workstation
dihubungkan ke workstation lain
dan dihubungkan ke file server sehingga menyerupai lingkaran. Setipa informasi
yang diperoleh diperiksa alamat-alamatnya oleh terminal yang dilewati. Jika
informasi itu bukan untuknya maka informasi itu diputar lagi sampai menemukan
alamat yang benar. Keuntungannya laju
data tinggi, dapat melayani lalulintas data yang padat dan komunikasi antar
terminal yang mudah. Kerugiannya bila ada kerusakan pada media pengiriman data
dapat menghentikan kerja seluruh jaringan dan jika terjadi kerusakan pada salah
satu terminal melumpuhkan jaringan.
Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1.
Lingkaran tertutup yang berisi node-node.
2.
Sederhana dalam layout.
3.
Sinyal mengalir dalam satu arah sehingga menghindarkan
terjadinya Collision (dua paket data
tercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang lebih cepat dan Collision deteksi yang lebih sederhana.
4.
Problem sama dengan Topologi Bus, jika salah satu
segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan berhenti.
5.
Biasanya Topologi ini tidak dibuat secara fisik
melainkan direalisasikan dengan sebuah konsetrator dan terlihat seperti
topologi star.

Gambar 2.17 Topologi
Ring
d. Topologi Cincin dengan pengkabelan Bintang
(Star-Wired-Ring-Topologi)
Seperti pada topologi bintang, disini digunakan kabel
bersama dan kabel-kabel yang terpisah. Kabel yang terpisah berasal dari
konsetrator pengkabelan sentral. Pesan kendali dibawa dari stasiun kerja ke
stasiun kerja lainnya melalui sebuah cincin . cincin adalah bagian dari logika,
namun bukan merupakan bentuk fisik dalam arti yang sebenarnya. Sebaliknya, baik
dalam topologi bintang dan topologi bintang terdistribusi, pesan akan
dilewatkan dari titik sentral ke stasiun kerja
e.
Topologi Tree
![]() |
Gambar 2.18 Topologi Tree
2.3.
Konsep dasar Judul Kkp
Sistem jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer,
printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan informasi dan
data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan
pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan datamencetak pada
printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer,
printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah
jaringan komputer dapat memiliki dua puluh ribu atau bahkan jutaan node.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar